Tunjukkan Duka Cita, Suku Dani Lakukan Potong Jari Jul03

Tags

Related Posts

Share This

Tunjukkan Duka Cita, Suku Dani Lakukan Potong Jari

Indonesia adalah negara dengan berbagai macam budaya dan suku. Keanekaragaman budaya yang datang dari tiap suku di Indonesia otomatis semakin memperkaya Indonesia.

Seperti halnya budaya yang datang dari suku Dani, Papua berikut ini yang dapat membuat merinding bulu kuduk Anda.

Dilansir dari Odditycentral, Selasa (2/7/2014), suku Dani yang ada di Papua memiliki budaya atau tradisi pemotongan jari.

Budaya pemotongan jari dilakukan oleh wanita di suku Dani setiap kali ada anggota keluarga yang meninggal.

Kehilangan orang yang dekat dengan kita merupakan hal yang sangat menyedihkan dan sering kali memberikan tekanan batin.

Tidak hanya mengalami tekanan batin, bagi suku pedalaman Dani di Papua mereka juga menghayati kehilangan orang yang disayangi dengan menderita sakit secara fisik.

Para pelaku praktik sadis ini biasanya adalah wanita-wanita yang memiliki hubungan kerabat dengan orang yang meninggal.

Sebelum dipotong, jari mereka akan diikat dengan benang selama 30 menit atau lebih. Setelah proses amputasi, ujung jari akan dibiarkan kering lalu dibakar dan direndam dengan abu.

Alasan lain dari tradisi ini adalah untuk melambangkan penderitaan dan sakit yang dialami ketika kita kehilangan seseorang. Untuk alasan yang satu ini, biasanya yang menjalani pemotongan jari adalah anggota keluarga yang dekat, seperti ibu, ayah, atau saudara yang meninggal.

Praktik ini telah dilarang oleh pemerintah dalam beberapa tahun belakangan. Walaupun begitu, jika Anda mengunjungi suku ini, sangat susah untuk menemukan wanita-wanita paruh baya dengan jari yang masih lengkap.